30 Hari Inner Journey

November 3, 2009
“Baca, lalu ikatlah ilmu dengan menulis, jadikan ilmu sebagai amal, jadikan amal sebagai jalan rizki” siapa yang tidak kenal dengan quote diatas? Berawal dari membaca kita mengenal rahasia-rahasia yang dituliskan Allah.
Mulai dari kenapa saya memutuskan untuk mencatat 30 hari ini.  Beberapa teman ada yang memberi komentar “30 hari mencari cinta ya?”, ada juga yang sedikit jahil “Lo menghitung hari menuju resign kerjaan?”, malah ada yang jayus “30 hari menuju keabadian”.  Setiap hari dan setiap status adalah bunga-bunga pikiran dan emosi perasaan yang sedang saya alami pada saat itu. Mungkin aneh, tapi cukup menyenangkan saat mengetahui di hari ke-20 kita melihat hari ke-5. Atau di hari ke-25 melihat ke hari ke-15, melihat korelasi setiap status semakin meyakinkan saya bahwa ada Sang Yang Maha Membolak-balikkan hati.
Di dalam buku The Godfather ada istilah Sisilia “sambaran petir”, suatu kondisi dimana seorang pria tubuhnya mengejang, nafasnya tertahan, matanya terpaku, dan dunianya tidak bisa terlepas dari satu hal tersebut.  Di buku-buku psikologi populer dikenal dengan nama “moment of greatness”. Pada saat itulah saya berkata “Aku telah menemukan “buruan”ku….”, bisa dikatakan saat kita sudah menemukan apa yang kita inginkan, apa yang kita kejar, maka secara naluriah fisik dan pikiran kita akan menuju kearahnya.
30 hari mencari cinta? well, mungkin ada benarnya juga ^_^ . Siapa yang bisa hidup tanpa cinta, minimal cinta terhadap diri sendiri.  Saat kita mencintai diri kita, kita mencoba mengenal diri kita maka kita mendekat kepada Pemilik Cinta itu.  Sederhana dan menyenangkan saat kita melihat dan merasakan cinta-Nya, tersenyum jauh lebih mudah.  Semakin banyak senyuman yang kita berikan, memberikan kita kesempatan lebih banyak lagi untuk mendapatkan kembali, bukankah rahasia kebahagiaan kehidupan adalah memberi?.
Kita tidak pernah tahu masa depan?  ratusan seminar dan buku pengembangan kepribadian menekankan diri untuk merencanakan masa depan.  Bagi saya masa depan itu adalah konsekuensi pilihan yang kita ambil di masa kini.  Pilihan-pilihan itu yang akan membentuk kita, memahat kedewasaan kita dan mengasah emosi kita.  Pilihan-pilihan itu ada yang secara sadar kita putuskan dan ada yang secara tidak sadar.  Begitu pula ada yang kita memilih suatu pilihan atau kita dipilih.  Baik suka atau duka dari sebuah pilihan tiada lain adalah sebuah ujian. Bagaimana kita tahu kualitas diri kita jika tidak pernah di uji, maka berbahagialah orang yang sedang diuji.
“Menghitung hari untuk resign”, salah satu komentar yang menggelitik. Apalagi untuk seorang mantan yang dulunya “berkoar-koar” entreprenuership, wiraswasta, dagang dan bisnis. Munafik? hmm…ga mau la yaw, mana saya suka jika di cap orang munafik. Kita ingat-ingat saja kisah para pendahulu, tidak ada satu orang pun yang langsung menemukan dunianya. Ada yang memulai dari pengacara lalu menjadi bapak negara (Mahatma Gandhi), ada yang mengawali sebagai loper koran lalu menjadi developer penemuan (Thomas A Edison), bahkan Einsten dulunya seorang pegawai keuangan. Jikalau memang ada yang langsung menemukan dunianya, yang bisa kita katakan merekalah orang-orang yang beruntung, saya percaya dengan keberuntungan karena itu membuat kita penasaran dan sedikit berharap, anda? Semoga kita selalu menjadi orang yang beruntung.
“Menghitung hari menuju keabadian” ha ha ha, saya beruntung masih ada yang berkomentar minimal bisa membuat bibir ini melengkung dan menampakkan barisan gigi. he he :D .
NB: well saya pernah berkata akan menghapus semua postingan begitu mencapai hari ke-30. Mungkin hal tersebut tidak saya lakukan sekarang atau sampai ada yang keberatan dan menagih janji. Silahkan ditagih bagi yang ingin menagih, karena saya tidak keberatan kehilangan peta (impian) dari pada harus kehilangan kompas (koran….eh agama/nilai yang saya anut).

Stories behind The Godfather

Oktober 27, 2009

Buat para pemain Mafia Wars tidak asing dengan Godfather atau Don Vito Corleone. Lahir di Italia berdarah Sisilia. Yatim piatu dari kecil, kabur ke Amerika setelah ayahnya dibunuh. Berkerja kasar pada awal hidupnya pada ayah tiri Fenucci. Hingga akhirnya takdir memilih Vito Corleone menjadi seorang Godfather.

Buku ini menceritakan kehidupan Godfather, keluarganya dan prinsip yang dianutnya. Kita akan dibawa menjelajah dunia mafia dan memaknai “Nothing Personal, it’s just Business”

dsc01168


Test via email

Oktober 24, 2009

Test 123

kucing ketip


Nightgale

Mei 31, 2009

Langkahku ringan menapak, hamparan padang rumput dihadapanku seakan berbisik. Biru langit berpadu hijau daun, awan putih lembut tertiup. Matahari tersenyum hangat menerpa pori-pori kulitku. Aku disini berdiri bernyanyi, bernyanyi, bernyanyi, sembari menengadahkan kepala dan menutup mata, aku berteriak…ARRGGGHH,…AKU BISA!!!


Tips Self Confidence by Indonesia Trainers and Public Speakers

Februari 1, 2009

1. Look for a model (someone who has self confidence) and learn from them. What is it they do that makes them confident, how do they act?

2. Focus on your achievements rather than your failures. If you do find yourself thinking about how you failed then look at what you managed to do right and how you could correct what you did next time.

3. Learn how to feel good about yourself

4. Act as if you were self confident! You will feel more confident.

5. Focus on who you are and what you like about yourself. Why do your friends like you?

6. Prepare thoroughly for any task so that you can be sure you are ready.

7. Work on any skills you need to do what you want, you can never be overtrained or over skilled for any challenge in life.

8. Work on your relaxation skills

9. Always smile and stand up straight

10. Set reachable goals for yourself and break difficult tasks into smaller steps

11. Reward yourself when you succeed no matter how small the achievement

12. Finally, I advise you not to be too competitive or compare yourself with others. Be yourself and accept that life is not a race against others but your self confidence depends on you and your personal needs.


Business Plan

Januari 25, 2009
Business Plan

Business Plan

Waktu lagi merapihkan isi drive komputer yang notabene berisi jaring-jaring spiderman kumpulan coretan semasa sekolah kuliah. eRween menemukan hasil kerja bersama Kang Budi Susilo tentang pengembangan QuickCart sebagai toko online. Disini kita menggunakan Karisma Komputer sebagai base/leverage. Rencananya kita akan menggandeng komunitas, maupun intitusi pendidikan untuk bersinergi dalam wirausaha internet. Namun satu lain hal dikarenakan saya sendiri sedang tugas akhir dan tidak dapat membantu akhirnya Kang Budi dan Karisma Komputer (Kang Nizar) yang melanjutkan rencana ini.
Rencana yang dibuat pada pukul 24.15 dan dilakukan dengan mata sepet bin asem berlokasi di Lab.Simulasi dan Modeling Jurusan Fisika Universitas Brawijaya (wuih…lengkape nulise), akhirnya tersimpan di folder selama 6 bulan. Saya sendiri seusai Ujian Compre, langsung bertolak ke Ja(ncu)karta, demi menuntut uang ilmu yang lebih banyak.


A Letter of…

Januari 12, 2009